saat kita mengharapkan adanya perbedaan eh malah adanya peradaban, saat kita memikirkan adanya perubahan, yah yang ada malah perubanan(semakin tua), tetapi saat nafas muda bergejolak untuk semakin maju ke depan, eh ada garis2, rambu-rambu yang menghalangi laju mereka, namun saat tidak ada dorongan kuat dari kami, rasanya wahai kalian yang di langit sana, kalian hanya melihat dengan senyum tertawa sambil menunjukkan gigi gigi emas kalian, tetapi kami disini bernasib sama, kami yang mencoba menaruh pengharapan pada kalian ternyata salah, kalian mungkin bukan titik terang bagi bangsa ini, karena kalian menyakiti hati kami bukan hanya 1, 2 kali , tetapi lebih, bahkan sakit hatinya kami melebihi SAKIT JIWA kalian, jiwa kalian memang berasaskan keuangan, berasaskan kenikmatan sendiri, penderitaan rakyat.
kami bukan boneka, kami bukan bahan percobaan, kami adalah kami, dimana saat kami merasa kalian sudah tidak pantas tuk memberi bukti lagi, maka kami akan membuat kalian merasakan apa yang namanya penderitaan sakit hati.
sekali lagi TANYA NEGERI INDONESIA! mengapa sebuah bangsa dan negara yang begitu BESAAAARRRRRRRRRRRRR, kayaaaaaaaaaaaAAAAAAAAAAA, akan semua sumber daya alamnya, tetapi mengapa tidak PERNAH bisa hidup bahagia antar sesama???
mengapa kepedihan ditertawakan di bangsa ini?? hanya BANGSA bodo lah yang menertawakan kepedihan, tetapi tidak sama sekali membantunya,
mengapa mulut kami, jiwa kami seolah2 tak dianggap, sehingga terus menerus terjadi kesalahan-kesalahan yang sama,
mengapa emosi kami hanya kepada kalian wahai supir-supir seantero zona indonesia, mengapa kemiskinan dijadikan bahan tertawaan, dijadikan bahan omongan??? mengapa otak-otak kalian hanya berfikir sampai disitu?
apa yang ada di benak kalian saat meihat anak kecil, mati begitu saja, tanpa ada yang membantu, apa yang ada di hati nurani kalian, saat racil(rakyat kecil) hanya bisa menguras tenaga mereka habis2an, HANYA UNTUK SESUAP NASI, SEDANGKAN KALIAN WAHAI PREMAN PREMAN SOHOR KEHIDUPAN, TIDAK MEMBUTUHKAN TENAGA EKSTRA BUAT KEHIDUPAN MUNA KALIAN,
kami berdiri di seberang lautan yang terhampar tiada denyut kehidupan lagi berhembus, kami terpanggang oleh panasnya api kehidupan yang terus berkobar besar, kami terbius oleh gigitan gigitan janji kalian, kami ternodai oleh semua itu, TAPI KARENA SEMUA ITU PULALAH KAMI BELAJAR BAHWA KEHIDUPAN INI PUN PENUH SANDIWARA SEHINGGA KAMI PUN AKAN MENSANDIWARAI KALIAN, HAHAHAHAHAH
0 komentar:
Poskan Komentar